Sabtu, 28 Juni 2014

bisa jadi kan

Mahasiswi 1: dia  kecil tapi keras gitu deh...
Mahasiswi 2: truss...truss...
Mahasiswi 1: enak banget kalau dibalado
Mahasiswi 2: rasanya....?

Di PTS di Semarang, di dengar oleh mahasiswi2 lain yg langsung merapat penasaran akan benda sebenarnya yg sedang dibahas kedua cewek itu.

Jumat, 13 September 2013

Gue dong, gaul dimana aja..

Mahasiswa PPL : Gimana, sudah selesai belum ngerjain soalnya?
Siswi alay : Bapak kepo banget sih ..... !!! (sambil menutup buku tugasnya)
Mahasiswa PPL : "........"

Di salah satu SMK Negeri di Semarang, di dengar seluruh siswa seisi kelas yang serentak langsung ingin mengepuk2 pundak mahasiswa PPL.

Minggu, 28 Juli 2013

Buka Puasa Absurd di Suatu Hari Sabtu



Jadi ceritanya sore ini gue dan seorang temen dekat, Afif namanya, mau buka puasa di warung tenda penyetan di tempat langganan kami, di daerah deket-deket Java Mall tepatnya.  

“Ayo Fif berangkat, seperempat jam lagi maghrib..” ajak gue ke Afif.
“Kamu udah bawa duit kan mas?”, Tanya  Afif ringan.
“Udah, kamu udah juga kan?”
“Udah..”
“Siip..Berangkaaaat”

Afif menyalakan mesin motornya, boncengin gue menuju TKP.  Sebenarnya jarang-jarang sih kita makan di luar pakai motor segala. Bisanya cuma makan di Nasi Kucingan (sejenis warung angkringan di pinggiran jalan). Tapi kita ini kebetulan juga jarang ketemu, jadi bolehlah sesekali makan yang agak beda, hehehe…
Sampai di TKP….

“Waduh….warung penyetnya gak buka nih”, seru Gue sambil melihat di sekeliling dimana warung tenda itu biasa berdiri.
“Iya nih tumben-tumbenan..” tambah Afif heran.
“Aduh..kita udah sampai sini juga, males kalau mesti putar balik.” gumam gue.
“Ya udah kita cari warung makan yang lain aja mas, lagian udah mau adzan”. Afif mengajak.
“Ayook….tapi cari dimana ya?”
“Yang deket-deket sini aja mas, biar gak kelamaan”. 

Akhirnya kami pilih salah satu warung tenda penyetan yang berada tidak jauh dari warung yang menjadi sasaran utama kami.  

“Di sini aja gimana Mas?” Tanya Afif ke gue.
“Aku sih sembarang, ok2 aja…lha kamu?
“Aku juga sembarang kok..” jawab Afif mantap.
“Ya udah ayok..” ajak Gue yang diteruskan memarkirkan motor dan masuk ke tenda.



Kami masuk di dalam warung dilanjutkan memesan minuman dan kemudian duduk sambil lihat-lihat menu. 

“Mas, teh hangat satu dan es teh manis satu ya..” pesan kami kepada seorang mas2 yang lagi mengaduk teh.
“Okey .mas.” 

Kami duduk di kursi dan mengambil salah satu buku daftar menu yang ada di atas tumpukkan kerupuk-kerupuk didalam keranjang.

“Busyeet dah, ini serius harga lauk nya segini? Mahal banget” gumam Gue pelan sambil melihat-lihat macam lauk yang lain.
“Edyaan…mana cukup nih mas duit kita”, tambah Afif cemas.

Kami berdua terkaget-kaget karena daftar  lauk yang tersedia harganya mahal-mahal. Bahkan dari sederet daftar lauk yang ada, harga yang paling murah adalah Rp 10.000. Itu baru lauk nya, belum nasi dan minumannya.

“bentar-bentar Fif, kamu bawa duit berapa?” Tanya gue ke Afif.
“Aku cuma bawa 17 ribu doang..” jawab Afif pasrah.
“bentar gue cek duit di kantong..” gue merogoh-rogoh kantong celana.
“punya berapa mas?” Tanya Afif ke gue yang sepertinya berharap gue ada duit banyak.
“Mampus fif, gue malah cuma ada 15 ribu doang nih..” jawab gue tambah panik.

Kami bingung campur panik. Dijumlah uang kami hanya sejumlah 32 ribu. Sementara minuman udah terlanjur terpesan, dan setiap satu gelas teh nya 2 ribu, berarti dari 32ribu udah keambil 4ribu masih ada 28ribu. Dari daftar menu, 1 porsi nasi putih seharga 3ribu. Karena gak keren kan kalau kami cowok-cowok memesan nasi satu piring buat berdua, takut dikira pasangan yang lagi dalam pelarian. Hihihihi. Kami memesan 2 porsi nasi putih total 6ribu. Berarti sekarang uang kami yang belum kepakai masih 22ribu. 

“Nah ini fif, masih ada sisa 22ribu. Pokoknya kita pilih lauk yang paling murah”, ungkap gue sambil menunjuk-nunjuk harga lauk.

Kami tidak lagi melihat jenis lauk yang tersedia, melainkan melihat nominal harga lauk yang kalau di daftar menu ada di sebelah kanannya jenis lauk. 

“Eh ini mas ada yg 10ribu…”, seru Afif sambil menunjuk salah satu daftar harga.
“wew…tempe penyet?”, serius nih harganya semahal ini? Masa tempe aja 10rb?”, ucap gue kaget.
“udah mas gak apa-apa tempe penyet aja, ketimbang lauk sama kerupuk”, Afif menambahkan.
“Iya deh, tempe penyet aja. Gue juga gak mau kalau harus kenyang makan di sini tapi pulang gak pakai celana..”  jawab gue pasrah.

Akhirnya kami memesan 2 porsi nasi dan 2 porsi tempe penyet. Dan Sekarang duit kami tinggal 2rb rupiah. 

“Eh Fif, ini harga-harga yang ada di daftar menu berlaku untuk edisi Ramadhan juga kan? Maksudnya bukan hanya untuk tarif di hari bisaa. Takut aja kalau ada harga edisi lebaran yang lebih mahalan.” Gumam gue semakin cemas.
“gak tahu juga mas, moga-moga aja sih emang segitu harganya, gak pakai naik”, tambah Afif.

Sembari menunggu pesanan jadi kami masih memikirkan total harga buka puasa kami nantinya. Sengaja bawa uang seperlunya karena kami sudah tahu kisaran harga di warung penyetan langganan yang ingin kami tuju sebelumnya.

“Ini mas pesanannya, silahkan dinikmati..” ujar pelayan ramah.
“terimakasih mas…” jawab kami bahagia.

Kami berbuka puasa, menikmati nasi tempe penyet dan segelas teh manis. Rasa-rasanya kami tidak bisa menikmati makananan yang sedang kami santap. Bukan karena lauk tempe penyetnya, melainkan apakah nantinya uang kami pas untuk membayar semua yang kami pesan. Kayak ada yang mengganjal di pikiran dan membuat setiap sesuap nasi yang masuk ke mulut menjadi hambar. 
Kami selesai makan, 

“Yok mas pulang….” Pinta Afif ke gue.
“Ok…bentar, gue bayar dulu. Doa’in gue yak semoga duitnya gak kurang”, gumam gue sambil menepuk pundak Afif.
“Siiip…”, jawab Afif sambil tertawa setengah takut.
Gue melangkah menuju tempat dimana semua ketakutan yang dari tadi muncul,
“Udah mas, semua berapa ya?”, tanya gue ke mas-nya penyetan.
“Semua 30rb mas…”, jawab mas-nya ramah.
“Terimakasih mas…..” seru gue ke mas-nya sambil tersenyum puas.

Gue dan Afif keluar dan meninggalkan warung tenda penyetan itu dengan ekspresi penuh suka cita. Seakan terbebas dari jerat masalah hidup yang sungguh berat. Dan semenjak sore ini kami sadar, bahwa nikmatnya sebuah makanan itu tidak hanya terletak dari seberapa  mahal dan macam harganya, melainkan kesiapan diri kita untuk mengunyah makanan itu sendiri. Hehehe….










Senin, 22 Juli 2013

Sebuah Catatan Ekspedisi Menuju Mahameru



Sebuah catatan sejarah yang berawal dari sekelompok manusia yang memiliki kesukaan dan cita-cita yang sama, mencintai dan mengagumi alam dengan keindahan-keindahannya. Bertahun-tahun lamanya meniatkan hati untuk mendaki Gunung Semeru dan akhirnya terwujud.
Berbekal kerja keras dan semangat,  sore ini, Rabu 19 Juni 2013,  kami berdelapan yang terdiri dari para Guru, Karyawan, dan alumni dari SMK Negeri 5 Semarang melakukan sebuah ekspedisi menapaki Mahameru, puncak tertinggi di Tanah Jawa. 

Casts :
PAK Heru , Pak Pri, Pak Yudo : 3 guru yang sudah berkepala empat namun semangatnya untuk mendaki gunung bisa sampai mengalahkan mereka-mereka yang masih muda.
Pak Irvan : berprofesi sebagai guru juga hanya saja masih muda, perlu rasanya untuk tidak mengkategorikan dengan beliau-beliau yang disebut sebelumnya. Hihihi ^^
Ade dan Yayan : Karyawan sekolah yang amat cakap dan tentunya tidak pernah menolak kalau diajak naik gunung.
Azwan dan Budi : Alumni yang masih berumur 20-an tahun yang kalau ditanya hobby utamanya apa, tidak akan ragu dan tidak akan gugup mereka akan menjawab “mendaki gunung”.

TO THE STORY:
Semarang, Rabu 19 Juni.
Kami bertolak dari Semarang menuju Kota Malang  dengan menggunakan mobil travel. Kita memilih naik travel untuk mempermudah jam keberangkatan. Karena sebagian besar dari tim masih ada kesibukan dengan pekerjaan di Rabu pagi dan siang. Sekitar pukul 16.00 kami memulai perjalanan menuju kota Malang, dengan tujuan langsung di Pasar Tumpang.  Rencanannya selepas sampai di pasar Tumpang kami akan langsung dijemput oleh jeep yang sudah kami booking sebelumnya, dan berisitirahat di rumah si sopir jeep, Pak Laman namanya. 

Rabu, 01 Mei 2013

JUDUL FILM DALAM BAHASA JAWA


Berikut adalah beberapa judul film Box Office yang saya coba terjemahkan ke dalam bahasa jawa, semoga tidak mengurangi makna dari judul film aslinya. cekidott
Enemy at the Gates — Musuhe Wis Tekan Gapuro
Die Hard — Matine Angel
Die Hard II — Matine Angel Tenan
Die Hard III With A Vengeance — Kowe Kok Ra Mati2 To?
Bad Boys — Bocah-bocah Elek
Lost in Space — Ilang Neng Awang-awang
X-Men — Wong Lanang Saru
X-Men 2 — Wong Lanang Saru Banget
Cheaper by the Dozen — Tuku Selusin Luwih Murah
Paycheck — Kasbon
Independence Day — Pitulasan
The Day After Tomorrow — Sok emben
Die Another Day — Modare Ojo Saiki
There is Something About Marry — nang kene Apane merri
Silence of the Lamb — Wedhuse menengane
All The Pretty Horses — Jarane Ayu-ayu
Planet of the Apes — Planete Wong Apes
Gone in Sixty Second — Minggat Sakcepete
Original Sin — Dosa Tenanan
The Abyss — Entek-entekan
Seabiscuit — Klethikan Neng Laut
How To Lose A Guy in 10 Days — Piye Carane Megat Lanangan mung 10 dino
Lord Of The Ring — Bos-e Akik…(tessy)
Deep Impact — Ngantem Njero
Million Dollar Baby — Babi Regone Sayuto
Gimana? terjemahannya pas kan? thanks for reading ;) 
 

Senin, 12 Maret 2012

PENJAHAT ABSURD

Selamat siang menjelang sore para pembaca setia bandeng presto yang berkemungkinan akan ikut menjadi spesies melankolis. Kali ini gw mau cerita tentang apa yang barusan terjadi di warnet gw. Once upon a time, ketika gw nyampai di warnet sehabis dari kerja di luar, ada kabar yang cukup mencengangkan dari temen operator warnet yang lain. "Bud, itu ada mas² yang lagi mencari akal untuk menelusup ke kos cewek di dalam warnet?" bisik temen gw sambil melirik menunjukkan si tersangka ke gw. Jadi tuh, si cowok yang mau masuk ke kos cewek tengah duduk di kursi warnet depan billing gw. Doi berdalih kalau dia mau ngenet, tidak sedang ingin mau masuk kos cewek. Tapi temen² operator warnet tau persis kalau dia mau nylonong masuk kos, soalnya beberapa jam sebelum dia kembali ke warnet, dia sudah berhasil melakukan suatu tindakan yang teramat nista. Ketika itu suasana warnet lagi ramai, dia dengan santai masuk ke dalam kos cewek yang dilanjutkan dengan aksi menyiram diri alias mandi di kamar mandi.

 Parahnya, dia mandi dengan posisi membiarkan pintu kamar mandinya terbuka. Entah itu sebuah kesengajaan agar dia dilihat indah oleh para bidadari penghuni kos, atau melainkan sebuah kecelakaan psikis dimana dia lupa menutup pintunya. Apapun yang dia lakukan adalah sebuah guncangan hebat bagi para cewek² yang kebetulan ada di TKP. Untung diantara banyak cewek yang ada di kos warnet tidak ada yang bekas cheerleaders di SMA nya dulu. Khawatir aja men, kalau sampai diantara mereka ada yang jago nge-cheers, bisa-bisa pada saat si cowok asik mandi trus dengan semangatnya si cewek mengambil tali rafiah, loncat-loncat, dan meneriaki makhluk yang tengah mensucikan diri di kamar mandi yang terbuka itu. 
Beberapa saat kemudian salah seorang cewek kos melaporkan kejadian tragis yang barusan menimpa habitatnya ke pada gw dan temen operator warnet lainnya. Dia kesel, marah, dan cerita ke kita dengan mimik sedikit ketawa malu, entah apa yang barusan tadi dia lihat gw gak ngerti, tapi bisa diprekdisikan bahwa dia baru saja mendapat suatu berkah, itu tercermin dengan wajahnya yang bingar dan memerah malu.  

Selang 2 jam-an berlalu, tiba-tiba pelaku rusuh itu datang kembali ke  warnet sambil menjinjing tas dan tangan kanannya membawa tas plastik hitam yang gw gak tau isinya. "Permisi mbak, masih ada yang kosong gak?" tanya dia sopan ke operator warnet. "Ada mas, kalau mau ngenet silahkan masuk ke bilik warnet bukan malah masuk ke kos-kos an cewek" jawab operator tegas. Entah apa yang ada di pikiran cowok yang jalannya setengah aneh itu, dia memilih untuk duduk di kursi tunggu di dalam warnet. Kembali operator warnet bertanya ke doi "Mas nya niat mau ngenet gak? kalau gak jadi ngenet silahkan keluar saja!" tanya 5x lebih tegas operator warnet kepada pelaku tragedi mandi di kamar mandi tidak bertutup itu. Cowok itu orang "sakit" kali ya, dengan nada yang keras dan mimik operator warnet yang galak, dia dengan santainya menjawab "Saya mau ngenet, tapi nanti saja mbak". Dia tetap duduk di kursi dan memandangi para operator yang tengah berjaga di billing. 
Kami para operator terus mengamati gerak-gerik orang itu yang makin lama makin mencurigakan. Dia masih duduk dan kembali melirik pintu kos yang posisinya sebelah kiri di samping kursi dimana dia duduk. Bahkan dia juga berlagak melihat-lihat dinding dan berjalan pelan-pelan menuju arah pintu kos. Gambaranya persis seperti orang yang mau melakukan suatu hal yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Tapi karena para operator sigap dan tanggap, kami langsung berteriak ke arahnya, "Wooi mas,... jangan main-main ya. Anda masuk ke bilik client atau silahkan angkat kaki keluar dari sini". Cowok itu orang nakal setengah alim kali ya, udah dibentak-bentak sedemikian keras malah masih memilih untuk duduk di kursi tunggu, "Maaf mas,..mbak, saya mau ngenet tapi nanti saja. Saya mau istirahat di sini dulu" jawab si pelaku polos. 

Kami adalah para operator warnet yang baik, sampai dengan kondisi yang kian panas seperti itu kami masih mempersilahkan dia stay sitting di dalam warnet. Dia kembali duduk dengan wajah agak lesu, tapi maaf tidak ada sedikit rasa iba pun dari kami untuk dia. Karena gw sendiri yakin itu hanya muka palsu dia untuk mengelabuhi para operator, agar ketika gw dan temen-temen gw lengah, dia akan kembali menerobos pintu kos. Dan alhasil apa yang kami khawatirkan terjadi. Ketika kami tengah berupura-pura tidak memperhatikan si cowok itu, dia dengan semangat juangnya lari ke arah pintu kos. Seketika salah seoarang operator warnet berteriak "Woooii mas, GET OUT NOW ...!!!!!!" bentak temen gw ke cowok durjana itu. Pelaku itu langsung balik kanan dan lari mengambil tas nya yang sempat tertinggal di kursi dimana dia duduk tadi, dan pergi meninggalkan warnet. 
Tapi ada satu kejadian hal yang membuat kekacauan itu menjadi sebuah humor absurd. Ketika dia tengah mengambil tas dan lari meninggalkan warnet, dia lupa membawa kabur peralatan sabun mandi yang ia bungkus di dalam tas plastik hitam nya. Pas dia keluar dari warnet dan masih terlihat dari kaca dalam warnet, gw mengambil bungkusan tas plastik itu berniat untuk mengasihkan kepada sang pemilik, "Mas...mas...mas!!!!" teriak gw keluar warnet ke arah dia lari. Namun perjuangan gw mengembalikan benda kesayangan dia berbuahkan nihil. Dia malah lari makin kencang tanpa menoleh menghiraukan panggilan tulus gw tadi. Mungkin dikiranya pas gw manggil si orang itu dia berpikir kalau gw tengah meneriaki dia maling, dan kemungkinan parahnya dia takut bakal dipukulin orang di luar warnet yang kebetulan tengah ramai oleh para pedagan somay, es kuwud, dan batagor, beserta para mahasiswa yang selalu sliweran di depan warnet. Pupus harapan gw mengembalikan bungkusan peralatan mandi itu. Gw balik masuk ke dalam warnet dan meletakkan barang yang ditinggalkan cowok itu di atas meja billing. 
Di tengah kehebohan gara-gara kejadian na'as itu, tiba-tiba cowok pelaku keanarkisan yang gagal kembali ke warnet lagi. Dengan wajah yang sangat ketakutan dia berdiri di depan pintu warnet dan bilang "Mas, sabun dan shampo saya ketinggalan di dalam?". Tidak ingin kejadian aksi kejar mengejar dan lari kejang, gw mengasihkan bungkusan tas plastik hitam ke dia. Dan benar dugaan gw, dia adalah pelaku kejahatan yang setengah alim, karena setelah dia medapatkan barang kesayangannya itu dia tidak lupa mengucap terimakasih ke gw. Dalam bantin gw "Ya Tuhan, lindungi dan jagalah orang itu selalu, amin". Gw kembali melihat orang itu lari kencang tanpa (lagi) mengejar dia.
Selesai kejadian itu gw, temen-temen operator lain, dan para user yang kebetulan tengah berada di sekitar billing sontak tertawa keras setengah keheranan dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Operator lain masih tertawa teriak-teriak di billing mengupas kejadian pahit manis tadi. Gw lebih memilih untuk masuk ke bilik client duduk di depan komputer dan menulis apa yang sedang Anda baca ini :)



Minggu, 11 Maret 2012

Kan itu....

Dimas : "Bang...beli gulanya sekilo ya..."
Abang: "......"
Dimas : "Bang....beli gula sekilo....!"
Abang: " ..............."
Dimas : "BANG......BELI GULA SEKILO....!!"
Abang: "IYA....IYA...!! GW GA BUDEG KALEEEE......!! oh ya....tadi mau beli beras berapa kilo.....?"

*didengar oleh teman facebookers si Dimas yang ingin meminjaminya seperangkat pengeras suara.